Internet, Intranet, Extranet

Internet
            Intercenneted network atau lebih dikenal dengan sebutan internet adalah sebuah sistem komuniasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung secara langsug maupun tidak langsung ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lain menggunakan unique name yang bisa disebut alamat IP 32 bit. Contoh 202.133.81.6


Cara koneksi internet :

1.      mendaftarkan diri ke ISP (internet service provider)
2.      lewat modem dial up (telepon)
3.      dengan GPRS melalusi ponsel

Intranet
           adalah jaringan privat yang menggunakan software internet dan protokol TCP/IP. Intranet memberikan akses yang mudah bagi karyawan untuk memperoleh informasi perusahaaan. Intranet merupakan media yang efektif untuk mengirim aplikasi mengenai informasi perusahaan, seperti kebijakan, prosedur, dan bentuk SDM.
 


Extranet
                  adalah jaringan privat yang menggunakan teknologi internet dan system telekomunikasi public untuk membentuk hubungan yang aman antara pemasok, vendor, mitra kerja, pelanggan dan pihak bisnis lainnya dalam rangka mendukng operasi bisnis atau pengaksesan informasi bisnis. Tren Database yg mempengaruhi manajemen sumber daya data dalam bisnis :
Tren Database Perbankan, hampir semua Bank didunia telah menggunakan database sebagai source atau tempat penyimpanan data keuangan, nasabah dan lain-lain. Tren Database Inventory, setiap perusahaan besar di Dunia telah menggunakan database untuk menyimpan data stok inventory mereka.

Konsep Client Server
       Secara singkat, jaringan client/server adalah jaringan dimana komputer client bertugas melakukan permintaan data dan server bertugas melayani permintaan tersebut.
Client
User akan membuat permintaan melalui software client. Aplikasi ini berfungsi :
·          Memberikan interface bagi user untuk melakukan jobs.
·          Format request data ke bentuk yang dapat dimengerti oleh server
·          Menampilkan hasil yang diminta pada layar
Server
Server membutuhkan komputer khusus dengan spesifikasi hardware yang jauh lebih baik dan bertenaga dibandingkan hardware untuk client karena komputer harus mampu melayani:
• Request secara simultan dalam jumlah besar
• Aktivitas manajemen jaringan
• Menjamin keamanan pada resource jaringan

Sisitem Telekomunikasi
    Sistem telekomunikasi terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang mamancarkan informasi dari satu tempat ke tempat lain. Sistem ini dapat memancarkan teks, data, grafik, suara,  dokumen, atau video.
Komponen Utama Sistem Telekomunikasi
      Perangkat Keras ( Hardware )
      Media Komunikasi
      Jaringan Komunikasi
      Perangkat Lunak Komunikasi ( Software )
Fungsi Sistem Telekomuniasi:
         Memancarkan informasi
         Membangun/Membuat interface antara pengirim dan penerima
         Mengirimkan pesan melalui rute yang efisien
         Memastikan bahwa pesan yang benar diterima oleh penerima yang berhak
        Memeriksa kesalahan yang terjadi pada pesan dan melakukan penyusunan kembali terhadap format  pesan jika perlu.
      Konversi pesan dari satu kecepatan ke kecepatan lain (komputer pada umumnya lebih cepat dari media komunikasi).
         Memastikan bahwa alat pengiriman, alat penerima dan jalur komunikasi beroperasi.
         Menjaga keamanan informasi setiap saat.
 
        
Peer to Peer (P2P) Teknologi-Cara kerjanya:
   Peer to Peer teknologi memungkinkan orang berbagi file melalui jaringan di internet. Kebanyakan orang sekarang menggunakan apa yang dikenal sebagai generasi kedua dari P2P, yang tidak seperti pendahulunya seperti seperti Napter, generasi kedua tidak memiliki server terpusat.

Jaringan P2P ( Peer-to-Peer )
               Secara teknis, jaringan P2P (peer-to-peer) adalah sebuah jaringan yang memungkinkan semua komputer dalam lingkungannya bertindak/berstatus sebagai server yang memiliki kemampuan untuk mendistribusikan sekaligus menerima berkas-berkas atau sumber.
Shuman Ghosemajumder dalam makalahnya yang berjudul Advanced Peer-Based Technology Business Models yang diterbitkan pada tahun 2002 membagi topologi jaringan P2P ke dalam 2 tipe. Berikut tipe-tipe tersebut: 

1.  Centralized Model
                 Model ini adalah model yang digunakan oleh Napster. Semua peer (pengguna) akan terhubung ke satu atau sekelompok (cluster) server. Server ini berfungsi untuk memfasilitasi (baca: sebagai mediator) hubungan antara peer dalam jaringan tersebut.

Server tersebut dapat memainkan satu, dua atau ketiga peran berikut ini: 

Discovery. Server yang memainkan peran ini akan meyimpan informasi tentang user yang sedang terhubung ke dalam sistem sekaligus memungkinkan semua user untuk mengetahui bagaimana cara menghubungi user tertentu yang sedang berada di dalam jaringan.  
Lookup. Server dengan peran lookup memiliki kemampuan server dengan peran discovery. Hanya saja, server ini juga akan menyediakan mekanisme pencarian yang tersentralisasi. 
Content Delivery. Dalam peran ini, peer akan meng-upload semua atau beberapa data (content) milik mereka ke server pusat. Dengan cara ini, proses transfer data menjadi relatif lebih cepat ketimbang dengan kedua model peran sebelumnya. Dengan beberapa pertimbangan keadaan tentunya.
2. Decentralized Model
            Model ini akan membuat semua peer memiliki status dan fitur yang sama dalam sebuah jaringan. Jadi, tidak akan ada server atau client di dalamnya. Contoh aplikasinya adalah Freenet. Dalam model terdesentralisasi, seorang peer tidak akan dapat mengetahui jumlah peer lainnya yang sedang terhubung di dalam jaringan. Selain itu, seorang peer juga tidak akan dapat mengetahui alamat dari peer lain yang akan dihubunginya. Satu lagi kekurangan model ini adalah bahwa peer tidak dapat mengetahui isi (content) komputer milik peer lainnya yang sedang tersedia dalam jaringan.
          Meskipun begitu, model desentralisasi juga memiliki kelebihan. Diantaranya berkaitan dengan masalah keamanan, baik itu dilihat dari segi teknologi maupun hukum hak cipta. Dari segi teknologi, model desentralisasi menguntungkan karena akan lepas dari kemungkinan satu serangan tunggal yang dapat mematikan jaringan. Sedangkan dari segi hukum hak cipta, meskipun masih menyisakan bias, model ini relatif lebih bebas dari jerat undang-undang hak cipta karena content yang tersebar dalam jaringan merupakan data yang hendak saling dipertukarkan. Bukan untuk dijual atau dibajak.





Referensi :
- Management Information System, James A.O’Brien dan George M. Marakas.
- Wikipedia, Ensiklopedia Bebas.

Komentar

Computer Triks mengatakan…
keren mbak blog nya